<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Khilafatul Muslimin Blog</title>
	<atom:link href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Apr 2012 23:48:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tim Ekspedisi Rinjani Khilafatul Muslimin Wilayah Sumbawa Barat</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/tim-ekspedisi-rinjani-khilafatul-muslimin-wilayah-sumbawa-barat</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/tim-ekspedisi-rinjani-khilafatul-muslimin-wilayah-sumbawa-barat#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 23:48:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syahidalghazi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[I'dad]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafatul muslimin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Sumbawa Barat, 20-21 Jumadil Awwal 1433 H (12-13/04/12). Da lam rangka mendampingi santri Takhasus Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah, Sumbawa Barat Program Pengkaderan Da’I Mandiri Gelombang III, dalam kegiatan Ektra kurikuler-nya, Jama’ah Khilafatul Muslimin Sumbawa Barat membentuk tim ekspedisi untuk pendakian salah satu gunung tinggi dan populer di Indonesia, Gunung Rinjani di pulau Lombok. Dalam kegiatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Rinjani3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-616" title="Rinjani3" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Rinjani3.jpg" alt="" width="712" height="386" /></a></p>
<p>Sumbawa Barat, 20-21 Jumadil Awwal 1433 H (12-13/04/12). Da</p>
<p>lam rangka mendampingi santri Takhasus Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah, Sumbawa Barat Program Pengkaderan Da’I Mandiri Gelombang III, dalam kegiatan Ektra kurikuler-nya, Jama’ah Khilafatul Muslimin Sumbawa Barat membentuk tim ekspedisi untuk pendakian salah satu gunung tinggi dan populer di Indonesia, Gunung Rinjani di pulau Lombok. Dalam kegiatan yang melibatkan 33 orang yang terdiri dari Mudir, para Ustadz, santri dan warga jama’ah Khilafatul Muslimin ini, Perguruan Beladiri Lebah Putih (PBLP) Sumbawa ikut terlibat sebagai pendamping/ pengawal atas permintaan pihak PonPes.</p>
<p>TIM SUMBAWA DAN LOMBOK BERGABUNG DI SUELA, LOMBOK TIMUR</p>
<p>Sebanyak 16 orang anggota tim dari Sumbawa Barat, berangkat dari Taliwang dengan iring-iringan sepeda motor pada malam Kamis, 20 Jumadil Awwal 1433 H (12/04/12) pukul 18.30, tim menyeberang dengan kapal Ferry menuju Pulau Lombok serta bergabung dengan 17 anggota tim ekspedisi lain dari Jama’ah Khilafatul Muslimin Ummul Quro Selong, 4 orang diantaranya dari kalangan anak-anak, bahkan yang terkecil baru duduk di kelas II Sekolah Dasar, atau usia 8 tahun. Bergabungnya 2 tim menjadi satu pada pukul 22.18 wita di rumah Ust. Hafif Misbah, Mas’ul Ummah Suntalangu kampong Suela, Lombok Timur. Sementara itu kampung Suela adalah salah satu pintu masuk penting bagi pendakian gunung Rinjani dari sisi Lombok Timur.</p>
<p>Setelah makan malam di Suela, tim yang berjumlah 33 orang dibawah pimpinan Ust. Zulkifli Rahman, Mudir PPUI dan Amir Daulah Khilafatul Muslimin ini berangkat menuju Kecamatan Sembalun, kaki gunung Rinjani pada pukul 22.45, karena adanya gangguan dari salah satu kendaraan tim di jalan, waktu tempuh bertambah sekitar 20 menit dari biasanya sehingga tim sampai di Sembalun pada 00.08. Jalanan menuju Sembalun menjadi tantangan tersendiri bagi tim, dimana tanjakan dan turunan curam yang dipadu tikungan tajam cukup memacu adrenalin setiap orang, peringatan hati-hati selalu disuarakan antara satu sama lain, kendaraanpun dominan disetting pada gigi 1. Tim bersiap masuk gerbang pendakian Rinjani pada 00.30, setelah berkoordinasi dengan penanggung jawab Taman Nasional Gunung Rinjani dan seorang Porter bernama Amaq Syam, dalam koordinasi dan negosiasi tim berhasil diizinkan masuk lebih dalam memarkir kendaraan sekitar 3 Km dari gerbang, tepatnya dalam sebuah kebun yang ditinggali oleh sepasang kakek nenek yang sangat baik hati.</p>
<p>Dari tempat parkir ini, tim diatur dalam formasi 3 baris dan menjadi satu baris saja setelah masuk jalan setapak dipadang safana Rinjani yang sangat luas. Dalam perjalanan menuju Pos 1, tim sempat salah jalur sekitar 1 jam, sampai menemukan jalur pendakian yang sesungguhnya, tim sempat mengambil waktu istirahat hingga melanjutkan perjalanan menuju Pos 1 dan atas izin Allah tim sampai pada pukul 04.30. Di Pos 1 tim diinstruksikan untuk istirahat atau tidur hingga adzan shubuh dikumandangkan oleh salah satu anggota tim, tim melaksanakan sholat shubuh sebagai sholat 5 waktu pertama selama pendakian. Ba’da sholat shubuh berjama’ah, sambil menikmati kemunculan sun rise yang begitu indah di Rinjani tim kembali berjalan menuju Pos-2, waktu tempuh normal menuju Pos-2 hanya berkisar antara 20-30 menit saja, tim sampai Pos-2 sekitar pukul 06.50. Setelah saling menunggu dan foto-foto, tim melanjutkan perjalanan menuju Pos-3 dengan jarak yang lebih jauh, waktu tempuh yang lebih panjang serta sudut tanjakan dan turunan yang semakin tajam pula.</p>
<div>
<p>“BUKIT PENYESALAN” Vs. SEMANGAT BENDERA TAUHID.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-618" title="rinjani2" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/rinjani2-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" />Sepanjang perjalanan menuju pos 3 dan selanjutnya, tim mulai bertemu dengan para pendaki lain, baik domestik maupun asing, mereka dari Jepang, Australia, Prancis, Belanda, Inggris dan lain-lain, Nampak dari persiapannya mereka sudah berpengalaman dalam petualangan dan pendakian, sehingga kami banyak belajar dari hal itu. Beberapa anggota tim yang telah pengalaman mendaki Rinjani mengingatkan kami akan adanya “Bukit Penyesalan”, bukit tersebut berada antara Pos 3 dan puncak Plawangan atau punggung gunung Rinjani. Kami pun penasaran dengan istilah “Bukit penyesalan”, ternyata apa yang diingatkan oleh peserta berpengalaman dari awal itu benar, di “Bukit penyesalan” ada semacam suasana hati yang sulit digambarkan, dari bukit ini nampak dengan jelas ke belakang perjalanan sudah begitu jauh dilewati, sejauh</p>
<p>mata memandang hanya kumpulan pohon Pinus, bukit demi bukit kecil, jalan berkelok-kelok dan padang safana yang terlihat, sehingga tak tampak lagi ujung dari tempat start yang telah ditinggalkan semalam. Sementara memandang ke atas tanjakan semakin curam, kabut semakin tebal serta tak tahu pasti kapan perjalanan ini sampai pada tujuan, sehingga hati hampir kecut dibuatnya, seolah diri telah terperangkap dalam situasi yang tak pasti. Mungkin cukuplah perasaan kami ini meyakinkan kami akan informasi yang tersebar akan adanya para pendaki Rinjani dari tim-tim lain yang sampai menangis jika sampai di bukit ini, Bukit Penyesalan. Namun, Allah s.w.t telah memberi berkah pada tim kami, insya Allah!, tim yang berangkat dalam barisan safar dengan semangat amal jama’I dibawah Amir yang ditaati oleh anggota yang penuh sadar akan kewajiban mereka, sami’na wa atho’na dalam bersemangat maupun malas, sehingga berbagai tantangan, hambatan serta suasana hati dan mental yang mungkin saja menurun dapat dibangkitkan kembali dan terus berjalan sampai tujuan, dengan pekikan takbir, tasbih dan tahmid yang saling bersahutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pukul 12.30, setelah berhasil melewati “Bukit Penyesalan” tim ini-pun sampai di puncak Plawangan, dalam bahasa Sasak, Lombok, Pelawangan berarti pintu, yaitu pintu menuju Danau Segara Anak atau menuju puncak utama Rinjani, puncak pelawangan berada ketinggian sekitar 2.600-an meter diatas permukaan laut, di tempat ini bendera Khilafah ukuran besar dikibarkan pada papan nama puncak Rinjani yang kemudian dipasang secara permanen bersama maklumat yang telah di laminating di titik lain area yang sama dengan tiang dari pipa galvanis, tepat pada Kamis, 20 Jumadil Awwal 1433 H (12/04/12), pukul 13.20, diharapkan bila ada moment pendakian berikutnya tim tinggal membawa bendera baru untuk menggantikan yang lama agar tetap berkibarlah bendera tauhid, Laa Ilaaha Illallaah di gunung Rinjani, sehingga “Bukit penyesalan” akan menjadi bukit penuh optimisme, insya Allah.</p>
<p>MENUJU DANAU SEGARA ANAK, KAWAH KUNO RINJANI</p>
<p>Pukul 13.30, dari puncak Plawangan tim melanjutkan perjalanan menuju Danau Segara Anak, dalam bahasa Sasak, Segara Anak artinya Anak Laut atau laut kecil, danau ini berada pada kilometer 15 dari rute pendakian. Memasuki rute menuju danau, kabut sangat tebal sehingga jarak pandang hanya sekitar 5 meter, ditambah jurang di sebelah kanan dan kiri yang super curam, Amir tim memberi komando agar menjaga jarak sekitar 1 meter saja, tidak dekat sehingga tidak saling bersinggungan dan tidak jauh sehingga tetap bisa saling memantau. Setelah melewati jalur turunan yang menegangkan dengan waktu istirahat yang kurang, asupan makanan yang minim, tim sampai di pinggiran danau Segara Anak, dan karena kemampuan serta kondisi fisik yang mulai nampak beda, waktu tempuh pun berbeda-beda pula sehingga anggota tim sampai secara bergelombang, mulai dari pukul 16.30 hingga 18.10, sholat dzuhur dan ashar pun dilaksanakan sebagian anggota di perjalanan. Di pinggiran danau anggota yang awal tiba menyiapkan makanan yang merupakan gabungan dari sarapan pagi, makan siang sekaligus makan malam yang dilanjutkan dengan jama’ sholat maghrib dan isya’.</p>
<p>Malam Jum’at, 21 Jumadil Awwal 1433 H (12/04/12), tim menginap hingga pagi di lokasi ini, dengan suhu yang dingin menusuk tulang anggota harus tidur berhimpitan. Ba’da subuh tim mulai siapkan sarapan dengan lauk dari ikan segar danau yang berhasil ditangkap sebagaimana kemarin sore. Setelah menikmati udara segar danau, foto-foto dengan latar air danau yang teduh, gunung Baru Jari tengah danau ( Bahasa Sasak, Baru Jari = Baru Jadi, gunung yang terbentuk dari letusan Rinjani tahun 2004 lalu ), tim kemudian bersiap untuk kembali ke puncak Plawangan pada pukul 07.50, tim pertama sampai puncak pada pukul 10.10 hingga terakhir sekitar pukul 11.20.</p>
<p>BISA JADI SHOLAT JUM’AT PERTAMA DI RINJANI, WALLAAHU A’LAM..!</p>
<p>Jum’at, 21 Jumadil Awwal 1433 H (13/04/12) Di puncak Plawangan, Adzan kembali dikumandangkan di tengah kabut dan hembusan angin yang sangat kencang, tim melaksanakan sholat Jum’at dengan khusyu’ dan penuh haru yang bisa jadi merupakan sholat Jum’at dengan jumlah jama’ah terbanyak pertama kali di puncak Plawangan, Rinjani. Menjadi mu’adzin, Ust. Ma’ruf Mande, Amir Safar dari Sumbawa Barat, dengan Khathib, Ust. Zulkifli Rahman, Mudir PPUI/ Amir Daulah Khilafatul Muslimin.</p>
<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Rinjani4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-617" title="Rinjani4" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Rinjani4-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a></p>
<p>MERAIH PUNCAK TERTINGGI RINJANI</p>
<p>Ba’da sholat Jum’at, tim bersiap untuk pulang, namun diam-diam, Ust. Ma’ruf Mande berkoordinasi dengan beberapa orang serta minta restu Amir Daulah untuk “muncak”, yaitu kegiatan pendakian untuk meraih puncak tertinggi gunung Rinjani yang berada pada 3.600 meter di atas permukaan laut. Sehingga selain anggota tim yang pulang sesuai rencana umum, 6 orang dibawah pimpinan Ust. Ma’ruf Mande mewakili tim induk melakukan pendakian menuju puncak utama. Kedua tim berpisah dengan bersalaman penuh haru dan pekikan takbir serta saling mendo’akan satu sama lain. Tim induk turun masih dibawah Amir Safar, Ust. Zulkifli Rahman sementara “Tim 6” beristirahat untuk menunggu jadwal pendakian pada malam Sabtu, pukul 3.00 sesuai jadwal pendakian yang berlaku di Rinjani. Tim yang turun sampai dalam 2 gelombang, gelombang pertama sampai pada Malam Sabtu, pukul 18.55 di tempat parkir, gelombang kedua pada sekitar satu jam berikutnya, tim ini kembali pulang ke daerah masing-masing setelah menghadiri undangan makan malam dari seorang ikhwan, Bapak Syahbuddin, di Kampung Karya Sembalun.</p>
<p>Selama perjalanan pendakian “Tim 6” mengalami kejadian-kejadian alam yang luar biasa, dikepung kabut tebal, cuaca dingin yang ekstrim serta pendakian yang melelahkan, namun semangat ibadah lah yang membuat mereka bertahan bahkan mengundang decak kagum para pendaki, baik local maupun asing. Kurang dari 10 meter dari puncak waktu shubuh pun tiba, karena pendakian yang berat 10 meter ke puncak diperkirakan memakan waktu lama sehingga kekhawatiran lewatnya waktu shubuh mendorong Amir safar untuk memberi perintah adzan pada anggotanya. Adzan shubuh pun berkumandang di puncak Rinjani, sholat shubuh dilaksanakan di bawah 10 meter dari puncak tertinggi. Kegiatan ini mengundang perhatian para tourist asing, sehingga mereka berdiri memberi hormat tanpa seorang pun berani melanggar atau lewat selama sholat berlangsung, mereka lebih memilih antri menuju puncak, bahkan mereka asyik mengabadikan kegiatan sholat ini dengan kamera-kamera ditangan mereka.</p>
<p>Ba’da sholat shubuh “Tim 6” kembali melakukan kegiatan penancapan bendera Khilafah di puncak tertinggi dan kegiatan foto-foto, uniknya para pendaki baik dari kalangan domestic maupun asing minta izin dan antri untuk foto bersama tim dibawah naungan bendera Khilafatul Muslimin. Allaahu akbar…!</p>
<p style="text-align: left;">(Lap. Ahmad M.S., 1433H/2012M).</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/tim-ekspedisi-rinjani-khilafatul-muslimin-wilayah-sumbawa-barat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laporan Perdana Ummul Quro Cirebon</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/laporan-perdana-ummul-quro-cirebon</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/laporan-perdana-ummul-quro-cirebon#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 04:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemasulan Arjawinangun]]></category>
		<category><![CDATA[Kemasulan Gebang]]></category>
		<category><![CDATA[Kemasulan Harjamukti]]></category>
		<category><![CDATA[umul quro Cirebon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, setelah melengkapi staf di level struktural Ummul Quro, maka pada tanggal 18 Jumadal Ula 1433H bertempat di rumah makan Leko-Kesambi-Cirebon dilaksanakan laporan Perdana ummul quro Cirebon. Laporan dihadiri oleh Amir Wilayah dan 2 stafnya, amir ummul quro Subang, para mas`ul ummah dan staf dari 3 kemasulan di bawah struktural Ummul Quro. Dalam Taujih yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/lap_UQ_Cirebon_1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-605" title="lap_UQ_Cirebon_1" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/lap_UQ_Cirebon_1-150x150.jpg" alt="" width="206" height="206" /></a>Alhamdulillah, setelah melengkapi staf di level struktural Ummul Quro, maka pada tanggal 18 Jumadal Ula 1433H bertempat di rumah makan Leko-Kesambi-Cirebon dilaksanakan laporan Perdana ummul quro Cirebon. Laporan dihadiri oleh Amir Wilayah dan 2 stafnya, amir ummul quro Subang, para mas`ul ummah dan staf dari 3 kemasulan di bawah struktural Ummul Quro.</p>
<p>Dalam Taujih yang disampaikan oleh ust. Hadi Salam selaku amir ummul quro Cirebon, beliau menyitir salah satu ayat dalam Surat al-Fath ayat 27, bahwa ketika Rosulullah memiliki cita-cita untuk kembali memasuki kota Mekah dengan Aman, Rosul merancang beberapa program. Demikian juga dengan cita-cita perluasan da`wah Khilafah di Cirebon harus dirancang program dan harus didukung oleh semua petugas dan warga khilafah. Beberapa program yang disampaikan oleh amir ummul quro Cirebon adalah sbb:</p>
<p>1. Setiap petugas kekhilafahan harus mampu mendakwahkan dan mengajak bergabung minimal 1 orang warga baru setiap bulan.</p>
<p>2. Mampu meningkatkan disiplin diri, dalam segala hal.</p>
<p>3. Tingkatkan kualitas diri dalam hal keilmuan agar memiliki kemauan dan kemampuan dalam mengemban amanah dakwah.</p>
<p>4. Menyongsong terbentuknya Wilayah Cirebon, dengan menciptakan 2 Ummul Quro sepanjang masa jihad tahun 1433 H.</p>
<p>Setelah taujih dari amir Ummul Quro, dilanjutkan dengan Laporan Staff ummul quro dan para Masul Ummah kepada amir ummul Quro.</p>
<p>Pada akhir acara, amir wilayah ust. Abd. Hamid memberikan tausiah. Dalam tausiahnya beliau menekankan agar program yang telah dirancang oleh amir umul quro Cirebon segera disambut dengan bekerja keras. Beliau juga mengharapkan adanya peningkatan amaliah dakwah dalam mewujudkannya. Beliau berharap di akhir tahun 1433 H terbentuk Wilayah di Cirebon&#8230; Aamiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/laporan-perdana-ummul-quro-cirebon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sosislisasi Khilafatul Muslimin oleh Amir Daulah</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/sosislisasi-khilafatul-muslimin-oleh-amir-daulah</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/sosislisasi-khilafatul-muslimin-oleh-amir-daulah#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 10:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu ridho fathul in'am</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[Amir Daulah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah islamiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafatul muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[penegakan khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Sosislisasi Khilafatul Muslimin oleh Amir Daulah Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diadakan di  Ummul Quro Rawa Jitu Wilayah Lampung Timur  Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan mendapatkan tanggapan dari masyarakat yang cukup meriah. Sosialisasi yang diadakan di Masjid Agung Al Ikhlas Kecamatan Pidada Rawa Jitu Selatan itu dilaksanakan pada hari Ahad, 09 Jumadil Ula 1433 H, acara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Sosislisasi Khilafatul Muslimin oleh Amir Daulah</strong></p>
<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Sosialisasi_LampTim.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-601" title="Sosialisasi_LampTim" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Sosialisasi_LampTim.jpg" alt="" width="402" height="277" /></a></p>
<p>Pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diadakan di  Ummul Quro Rawa Jitu Wilayah Lampung Timur  Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan mendapatkan tanggapan dari masyarakat yang cukup meriah.</p>
<p>Sosialisasi yang diadakan di Masjid Agung Al Ikhlas Kecamatan Pidada Rawa Jitu Selatan itu dilaksanakan pada hari Ahad, 09 Jumadil Ula 1433 H, acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dan selesai pada pukul 11.45 WIB, sebagai penceramah dalam acara tersebut adalah Amir Daulah ( Ust. Zulkifli Rahman).Dalam acara tersebut hadir pula Amir Wilayah Lampung Selatan Ust. Mustofa Jaelani  beserta rombongan 4 mobil yang mengawal Amir Daulah berangkat dari Kantor Pusat Khilafatul Muslimin pukul 16.00 WIB dan sampai di Rawa Jitu pukul 03.00 WIB dini hari,  menempuh perjalanan <span style="text-decoration: underline;">+ </span>10 jam.</p>
<p>Kehadiran Amir Daulah di Rawa Jitu membuat kebanggaan dan kegembiraan tersendiri bagi warga yang berada di Rawa Jitu khususnya, mungkin baru pertama kalinya acara Sosialisasi Khilafatul Muslimin di Lampung dapat dihadiri oleh Amir Daulah. Harapannya semoga kehadiran Amir Daulah di Rawa Jitu dapat menambah semangat dan lebih  giat  lagi dalam mengembangkan dakwah Khilafatul Muslimin di Rawa Jitu.</p>
<p>Kegiatan sosialisasi Khilafatul Muslimin itu juga dihadiri oleh bapak Camat Pidada, Rawa Jitu selatan dan para tokoh-tokoh agama, guru agama serta pimpinan Pondok Pesantren serta masyarakat yang ada disekitarnya. Setelah penyampaian tausyiah oleh Amir Daulah  diadakan dialog/tanya jawab yang mendapatkan respon yang cukup baik dari para audien sehingga waktu yang disediakan oleh pemandu acara (akhi Yusuf) selama 45 menit terasa masih kurang, pertanyaan-pertanyaan datang dari tokoh agama, guru agama dan ada juga dari alumni pondok Gontor Jawa Timur.</p>
<p>Usai kegiatan tersebut,  ba’da sholat dhuhur diadakan pembai’atan yaitu bergabungnya Bapak Astaman paman dari akhuna Aswin yang tinggal di Palembang yang bersilaturahim ke Rawa Jitu dan mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.</p>
<p>Semoga Allah meridhoi, memudahkan langkah-langkah perjuanngan para pengemban dakwah Khilafatul Muslimin serta menjadikan kita ummat yang terbaik. Aamin…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/sosislisasi-khilafatul-muslimin-oleh-amir-daulah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ta&#8217;dib Aqidah dan Jasadiyyah Wilayah Lampung Utara</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/takdib-aqidah-jasadiyyah-wlu</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/takdib-aqidah-jasadiyyah-wlu#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2012 08:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ktb-hms</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[I'dad]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah islamiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafatul muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[Lebah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[penegakan khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Khilafatul Muslimin Struktural Wilayah Lampung Utara mengadakan kegiatan Takdib Aqidah dan Jasadiyyah. Alhamdulillah kegiatan tersebut dapat dilaksanakan pada hari Jum’at, Sabtu dan Ahad tanggal 7,8,9 Jumadil Awwal 1433H. Bertempat di kawasan hutan lereng gunung Pesawaran yang berdekatan dengan perkebunan kopi milik masyarakat, dimana lokasi tersebut masih dalam wilayah kerja Ummul Quro’ Pesawaran. Kegiatan tersebut bertujuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Jasadiyah-WLU-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-597" title="Jasadiyah WLU 2" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Jasadiyah-WLU-2.jpg" alt="" width="235" height="178" /></a></p>
<p>Khilafatul Muslimin Struktural Wilayah Lampung Utara mengadakan kegiatan Takdib Aqidah dan Jasadiyyah. Alhamdulillah kegiatan tersebut dapat dilaksanakan pada hari Jum’at, Sabtu dan Ahad tanggal 7,8,9 Jumadil Awwal 1433H. Bertempat di kawasan hutan lereng gunung Pesawaran yang berdekatan dengan perkebunan kopi milik masyarakat, dimana lokasi tersebut masih dalam wilayah kerja Ummul Quro’ Pesawaran. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membina aqidah dan fisik warga Khilafatul Muslimin. Kegiatan diikuti oleh 24 orang peserta, 18 orang panitia termasuk Amir Wilayah Lampung Utara (Ustad Zainul Arifin) serta diikuti instruktur undangan dan tenaga medis dari Wilayah lampung Selatan, dan yang terpenting bahwa kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kholifah/Amirul Mukminin yang berkenan hadir atas permintaan dari panitia. Kehadiran Kholifah ditengah-tengah peserta dan panitia, sangat berarti untuk memberi semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum kegiatan pembukaan Takdib dimulai terlebih dahulu diadakan musyawarah struktural antara Amir Wilayah dan staf serta serta Amir Ummil Quro beserta staf dan Mas’ulul Ummah dan staf Kemas’ulan. Musyawarah diadakan untuk mengevaluasi kembali pelaksanaan Amrul Kholifah yang menjadi kewajiban bagi pejabat struktural seperti sholat malam, larangan merokok dan kewajiban bagi haritsul maaliyyah untuk menghitung dengan tangannya sendiri keuangan di struktural. Acara pembukaan Takdib dilaksanakan ba’da magrib Jum’at malam Sabtu dan resmi dibuka oleh Amir Wilayah lampung Utara. Sabtu pagi menjelang acara pemberangkatan menuju lokasi hutan, Kholifah sudah tampak hadir dan sempat memberikan thausiah, Kholifah berpesan agar peserta dan panitia menjaga ketulusan dalam beribadah kemudian bersabar dan menambah kesabaran serta menjaga keistiqomahan. Pesan inilah yang menjadi modal penting untuk pelaksanaan kegiatan takdib. Seluruh peserta, panitia dan Kholifah berjalan kaki dari Maktab Ummul Quro’ Pesawaran menuju lokasi yang ditempuh selama 4 jam, jauhnya lokasi ditambah dengan medan mendaki membuat semua yang mengikuti kegiatan takdib harus bersabar. Sesekali Kholifah dan peserta beristirahat ditepi jalan sekedar untuk meneguk air yang dibawa dan mengistirahatkan otot-otot kaki yang terasa pegal. Mengingat usia Kholifah, Panitia sebenarnya sudah menyediakan fasilitas kendaraan roda dua menuju lokasi bagi Kholifah, namun beliau menegaskan untuk ambil bagian dalam ibadah dengan berjalan kaki bersama peserta. Sikap seorang pemimpin umat seperti ini patut diteladani, dimana beliau rela untuk bersusah payah berjalan kaki bersama dengan umatnya. Setelah berjalan kaki selama 4 jam akhirnya tibalah seluruh peserta dilokasi yang dimaksud. Lokasi takdib berada di lembah diantara 2 bukit hutan lebat yang masih ditumbuhi pepohonan besar serta dilalui oleh sebuah sungai kecil yang sungguh sangat jernih dan segar airnya. Seluruh peserta tanpa  ragu-ragu untuk mengambil air dan meminumnya secara langsung atau tanpa dimasak terlebih dahulu. Suara binatang hutan atau makhluk ciptaan Allah seperti siamang menyambut kedatangan peserta takdib. Dilokasi tersebut kegiatan dilaksanakan hanya satu malam, dimana pada malam ahadnya peserta mengikuti agenda acara yang sudah disusun oleh panitia dan ahad pagi jam 06.15 acara ditutup oleh kholifah. Sebelum kholifah menutup acara takdib, di lakukan pembacaan Ikrar Bai’at yang pernah diucapkan saat takdib pusat di Surabaya, Amir Wilayah Lampung Utara memimpin pembacaan Bai’at yang diikuti dengan semangat oleh seluruh peserta dan panitia. Dalam thausiahnya Kholifah berdo’a semoga amal ibadah dan pengorbanan kita semua diridhoi Allah SWT dan diganti dengan surganya. Setelah ditutup akhirnya semua peserta kembali ke Maktab Ummul Quro’ Pesawaran dengan berjalan kaki lagi selama 4 jam. Alhamdulillah semua peserta secara umum sehat walau ada 3 orang peserta yang sakit bagian kakinya. Semoga Allah SWT. Meridhoi semua amal ibadah kita.Aamiin.ktb hms.</p>
<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Jasadiyah-WLU-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-598" title="Jasadiyah WLU 1" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/04/Jasadiyah-WLU-1.jpg" alt="" width="704" height="180" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/takdib-aqidah-jasadiyyah-wlu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMBANGUNAN JALAN DI KAMPUNG KHILAFAH</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/pembangunan-jalan-di-kampung-khilafah</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/pembangunan-jalan-di-kampung-khilafah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 13:53:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ktb-hms</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemas'ulan]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafatul muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[penegakan khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Kholifah bersama dengan warga Khilafatul Muslimin menetapkan areal tanah seluas 3 hektar lebih yang terletak di Kemas’ulan Karang sari Ummul Quro’ Way Dadi Wilayah Lampung Utara sebagai Kampung Khilafah, dimana diatas tanah tersebut  telah dibangun sekitar 11 rumah milik warga Khilafatul Muslimin, diantaranya keluarga Kholifah, Amir Wilayah Lampung Utara, beberapa staf pusat dan warga kemas’ulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kholifah bersama dengan warga Khilafatul Muslimin menetapkan areal tanah seluas 3 hektar lebih yang terletak di Kemas’ulan Karang sari Ummul Quro’ Way Dadi Wilayah Lampung Utara sebagai Kampung Khilafah, dimana diatas tanah tersebut  telah dibangun sekitar 11 rumah milik warga Khilafatul Muslimin, diantaranya keluarga Kholifah, Amir Wilayah Lampung Utara, beberapa staf pusat dan warga kemas’ulan Karang sari sendiri. Selain itu ada sekitar 20 orang lagi sebagai pemilik tanah kaplingan yang semuanya berstatus sebagai warga Khilafatul Muslimin. Untuk mempersiapkan perencanaan pembangunan Kampung Khilafah kedepan, maka dilaksanakan musyawarah yang dihadiri oleh pemilik tanah pada tanggal 28 Shafar 1433H di maktab Wilayah Lampung Utara. Musyawarah yang juga dihadiri oleh Kholifah menghasilkan beberapa kesepakatan dan perencanaan pembangunan kedepan, diantaranya tahap awal akan diadakan amal sholeh pembuatan jalan lingkungan Kampung Khilafah. Sebagai realisasinya maka pada hari sabtu tanggal 25 Rabi’ul Awwal 1433H dilaksanakan kegiatan amal sholeh pembuatan jalan lingkungan. Dengan dipimpin oleh Mas’ulul Ummah Karang Sari yaitu akhi Dzulyadi serta dipandu oleh Kholifah langsung, kegiatan dilaksanakan dengan terlebih dahulu melakukan pengukuran kembali luas tanah dan penetapan batas-batas tanahnya. Jalan lingkungan yang semula hanya selebar 4 meter, maka atas hasil musyawarah ditetapkan menjadi 6 meter. Dimana 4 meter sebagai sumbangan dari Abi Abdurrahman sebagai pemilik awal tanah dan 2 meter sebagai sumbangan dari para pemilik tanah. Waktu beranjak siang maka kegiatan dilanjudkan dengan pembuatan siring sebelah kiri dan kanan yang berfungsi untuk mengalirkan air dari hujan agar tidak menggenangi badan jalan. Alhamdulillah berbekal peralatan yang dibawa oleh masing-masing warga dimulailah penggalian siring dengan lebar 40 cm dan dalam 50 cm. Kholifah sendiri dengan semangat langsung mengambil peralatan cangkul untuk melakukan penggalian siring tersebut, melihat kholifah yang begitu semangat maka warga yang lain pun tak ingin membuang kesempatan beramal sholeh. Teriknya matahari yang membakar kulit seakan tidak terasa oleh para warga Khilafatul Muslimin yang sedang beramal sholeh, keringat yang membasahi tubuh sesekali terasa segar oleh beberapa teguk air dan makanan yang disuguhkan oleh para ummahat yang tidak mau ketinggalan untuk andil dalam beramal sholeh. Dalam kesempatan lain Kholifah pernah mengatakan bahwa kedepan Kampung Khilafah akan menjadi tempat atau lokasi pendidikan serta pelayanan kesehatan yang berbasis islam, untuk itu sangat diperlukan sekali akses jalan yang lancar dan memadai. Dengan panjang jalan 200 meter dan lebar 6 meter, memang tidak mungkin untuk diselesaikan dalam waktu satu hari. Maka Mas’ulul Ummah sudah membuat jadwal tetap untuk kegiatan amal sholeh tersebut yang insya Alloh akan dilaksanakan setiap hari selasa pagi. Semoga Allah SWT. meridhoi setiap amal ibadah kita. aamiin.ktb hms</p>
<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/kampung_khilafah1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-574" title="kampung_khilafah1" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/kampung_khilafah1.jpg" alt="" width="582" height="145" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/pembangunan-jalan-di-kampung-khilafah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah, Ummul Quro Cirebon sudah terbentuk</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/alhamdulillah-ummul-quro-cirebon-sudah-terbentuk</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/alhamdulillah-ummul-quro-cirebon-sudah-terbentuk#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 00:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[khilafatul muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[penegakan khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Subhanallah wal Hamdulillah,… Acara pembentukan Ummul Quro di sekitar Cirebon berjalan dengan Lancar.  Acara bertempat di rumah Makan Leko-Kesambi – Cirebon pada tanggal 4 Jumadal Ula 1433H dihadiri oleh 36 ikhwan, acara di mulai jam 16.00 dan berakhir pada jam 17.45 Acara dipandu oleh akh. Haryanto Amir Umulquro Subang sebagai panitia acara. Acara diawali dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah wal Hamdulillah,… Acara pembentukan Ummul Quro di sekitar Cirebon berjalan dengan Lancar.  Acara bertempat di rumah Makan Leko-Kesambi – Cirebon pada tanggal 4 Jumadal Ula 1433H dihadiri oleh 36 ikhwan, acara di mulai jam 16.00 dan berakhir pada jam 17.45</p>
<p>Acara dipandu oleh akh. Haryanto Amir Umulquro Subang sebagai panitia acara. Acara diawali dengan prosesi bai`at 1 orang warga baru, kemudian dilanjutkan dengan taujih dari perwakilan keamiran wilayah Jawa Tengah yang disampaikan oleh ust. Firmansyah (TwT wilayah) dan Taujih dari ust. Abdul Hamid selaku amir wilayah Jawa Barat Al-Ghorbiyyah. Dalam Taujihnya ust. Abd. Hamid berharap percepatan da`wah khilafah di sekitar Cirebon akan semakin meningkat dengan terbentuknya ummul quro, bahkan beliau berharap di tahun 1433 bisa terbentuk Wilayah baru.</p>
<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/baiat-Tugas_2.jpg"><img class="alignleft  wp-image-561" title="baiat Tugas_2" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/baiat-Tugas_2-150x150.jpg" alt="" width="178" height="178" /></a>Acara inti Proses Pembentukan Ummul Quro dipandu oleh akh. Supriatna selaku Katib Wilayah. Diawali dengan pembacaan persyaratan Amir kemudian dilanjutkan dengan seleksi calon. Dari 10 calon, hanya 5 calon yang masuk kriteria. Dari hasil pemilihan calon Amir, terpilih ust. Hadi Salam sebagai Amir , disepakati nama Cirebon sebagai nama bagi struktur Umul Quro yang baru terbentuk. Selanjutnya ust. Hadi Salam berkesempatan memberikan sambutan dan ajakan untuk meningkatkan dakwah. Prosesi bai`at tugas untuk amir Umul Quro baru dipimpin oleh ust. Abdul Hamid selaku Amir Wilayah. Acara diakhiri dengan bermusafahah dan memberikan selamat bagi Amir Umul Quro terpilih dan juga kepada  satu orang warga baru. Semoga Allah memberikan Rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/alhamdulillah-ummul-quro-cirebon-sudah-terbentuk/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembentukan Kemasulan Harjamukti-Cirebon</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/pembentukan-kemasulan-harjamukti-cirebon</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/pembentukan-kemasulan-harjamukti-cirebon#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 04:21:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haryanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Zaitun]]></category>
		<category><![CDATA[Arjawinangun]]></category>
		<category><![CDATA[Kemasulan Harjamukti]]></category>
		<category><![CDATA[khilafatul muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[KW 9 NII]]></category>
		<category><![CDATA[umul quro Cirebon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Menindaklanjuti rencana pembentukan perwakilan di Cirebon pada syuro di Arjawinangun pada tanggal 5 Rabiutsani 1433H, bertempat di Gg. Grenjeng pada tanggal 20 Rabiutsani 1433H dilaksanakan Syuro yang dihadiri oleh para ikhwan yang berdomisili di Cirebon dsk. Berkenan hadir ust. Abd. Hamid selaku amir wilayah Jawa-Barat al-Ghorbiyyah beserta akh. Ujang Udin &#8211; staff Haritsul Maaliyah wilayah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menindaklanjuti rencana pembentukan perwakilan di Cirebon pada syuro di Arjawinangun pada tanggal 5 Rabiutsani 1433H, bertempat di Gg. Grenjeng pada tanggal 20 Rabiutsani 1433H dilaksanakan Syuro yang dihadiri oleh para ikhwan yang berdomisili di Cirebon dsk. Berkenan hadir ust. Abd. Hamid selaku amir wilayah Jawa-Barat al-Ghorbiyyah beserta akh. Ujang Udin &#8211; staff Haritsul Maaliyah wilayah. Acara dibuka dengan Ta`aruf, dilanjutkan dengan taujih oleh ust. Abd. Hamid dan ust.Hadi Salam.</p>
<p>Alhamdulillah, sebelum acara pembentukan kemasulan, 3 orang ikhwan bergabung dan menyatakan Baiat. Beliau adalah ust. Cecep Ibrahim dan 2 ikhwan yang merupakan putra dari bapak Asep Fahrudin. Suasana haru menyelimuti seluruh yang hadir, ketika hadirin memberikan ucapan selamat kepada ikhwan yang baru berbai`at.</p>
<p>Acara pembentukan kemasulan dilanjutkan<a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/baiat-tugas.jpg"><img class="alignleft  wp-image-541" title="baiat tugas" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/baiat-tugas.jpg" alt="" width="206" height="161" /></a> dengan dibacakan-nya  kriteria calon Mas`ul oleh akh. Haryanto selaku Amir Umul Quro Subang, kemudian dilanjutkan dengan proses pemilihan Mas`ul Ummah. Alhamdulillah terpilih ust. Hadi Salam sebagai Mas`ul Ummah, dibantu oleh akh. Tomi Heryanto sebagai Baitul Maal, akh. Asep Fahrudin sebagai Haritsul Maal dan ust. Cecep Ibrahim sebagai Katib, kemudian acara dilanjutkan dengan Bai`at tugas. Adapun nama  kemas`ulan yang disepakati adalah Kemas`ulan Harjamukti.</p>
<p>Rencana selanjutnya adalah pembentukan struktural Ummul Quro di Cirebon, sehubungan sudah ada 3 kemasulan disekitar Cirebon guna memacu percepatan da`wah Khilafah. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kemudahan bagi upaya ikhwan di Cirebon dsk., dalam  mewujudkan struktural Umul Quro di Cirebon, Aamiin.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/pembentukan-kemasulan-harjamukti-cirebon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terbentuknya Dua Kemas&#8217;ulan di Wilayah Lampung Timur</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/terbentuknya-dua-kemasulan-di-wilayah-lampung-timur</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/terbentuknya-dua-kemasulan-di-wilayah-lampung-timur#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 07:04:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abu ridho fathul in'am</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Terbentuknya Dua Kemas’ulan di Wilayah Lampung Timur Perkembangan Khilafatul Muslimin di Wilayah Lampung Timur Alhamdulillah cukup menggembarakan, dengan terbentuknya dua kemas’ulan pada bulan Rabiul Akhir 1433  H ini, yang pertama : pada tanggal 26 Rabiul Akhir 1433 H terbentuk Kemas’ulan Tanggul Penangkis Ummul Quro Rawa Jitu, yang pada bulan sebelumnya terbentuk kemas’ulan Sungai Buaya, Ummul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Terbentuknya Dua Kemas’ulan di Wilayah Lampung Timur </strong></p>
<p>Perkembangan Khilafatul Muslimin di Wilayah Lampung Timur Alhamdulillah cukup menggembarakan, dengan terbentuknya dua kemas’ulan pada bulan Rabiul Akhir 1433  H ini, yang pertama : pada tanggal 26 Rabiul Akhir 1433 H terbentuk Kemas’ulan Tanggul Penangkis Ummul Quro Rawa Jitu, yang pada bulan sebelumnya terbentuk kemas’ulan Sungai Buaya, Ummul Quro Rawa Jitu yang dinahkodahi oleh Ustad Sudarmin ini menambah satu kemas’ulan lagi yaitu Kemas’ulan Tanggul Penangkis, terpilih sebagai mas’ul ummah  Akhuna Sutrisno sebagai Mas&#8217;ulul Ummah, Akhuna Aswin sebagai Baitul Maal dan Akhuna Hardi sebagai Haritsul Maaliyyah, bersamaan dengan itu pula bertambah 2 orang warga baru yaitu  seorang anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah SMK yang awalnya tertarik kegiatan PBLP kemudian bergabung menjadi warga khilafah, seorang lagi bernama Bangkit seorang atlit Yudo Nasional juga Guru olah raga di SMP Rawa Jitu.</p>
<p>Kedua : terbentuknya kemas’ulan Bandar Jaya Ummul Quro Metro, terbentuk  pada tanggal 17 Rabiul Akhir 1433 H jam 23.30 WIB pada acara mabit Ummul Quro Metro, terpilih sebagi mas’ulul ummah Akhuna Ali Sofyan Nasution sebagai baitul Maal akhuna Mardison dan haritsul Maaliyah akhuna Sriyanto, hadir dalam acara tersebut Amir Wilayah Lampung Timur ustad Fathul In’am, Katibul Kholifah Ustad Imam Saukani sebagai pemateri mabit. Dalam acara tersebut bertambah satu orang warga baru dari Bandar Jaya bernama Khoirul Ilham.</p>
<p>Ummul Quro Metro yang dinahkodahi oleh Ustad Nasrul Darma ini insyaAllah pada bulan yang akan datang akan menambah satu kemas’ulan lagi yaitu Kemas’ulan  Sukadana yang sudah siap untuk dibentuk kemas’ulan baru yang sudah mempunyai 7 orang warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/terbentuknya-dua-kemasulan-di-wilayah-lampung-timur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembentukan kemasúlan di Tasikmalaya</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/522</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/522#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2012 10:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Uj. Suherman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[DAWAH]]></category>
		<category><![CDATA[KEMASULAN BARU]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[PRIANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[TASIK]]></category>
		<category><![CDATA[TASIKMALAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah&#8230;.ucapan ini lah yang sangat pantas untuk dilafalkan seiring dengan terbentuknya struktural kemas&#8217;ulan Tasikmalaya sebagai pelebaran dari Wilayah Priangan. Pada hari Ahad tanggal 4 Rabiul Akhir 1433H bertepatan dengan tanggal 26 Pebruari 2012M telah berdiri Kemas&#8217;ulan Tasikmalaya yang bertempat di salah satu warga Khilafatul Muslimin, Bapak H. Usep sekaligus sesepuh di daerah sana. Diawali dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/KEM.-TASIK.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-523" title="KEM. TASIK" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/KEM.-TASIK-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/STRUKTUR-TASIK.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-524" title="STRUKTUR TASIK" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/STRUKTUR-TASIK-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Alhamdulillah&#8230;.ucapan ini lah yang sangat pantas untuk dilafalkan seiring dengan terbentuknya struktural kemas&#8217;ulan Tasikmalaya sebagai pelebaran dari Wilayah Priangan. Pada hari Ahad tanggal 4 Rabiul Akhir 1433H bertepatan dengan tanggal 26 Pebruari 2012M telah berdiri Kemas&#8217;ulan Tasikmalaya yang bertempat di salah satu warga Khilafatul Muslimin, Bapak H. Usep sekaligus sesepuh di daerah sana. Diawali dengan taslimnya 2 orang warga tasik yang lain yang masih kerabat beliau dan menyusul bergabungnya beberapa ikhwan dari kecamatan Tasik yang lain, jajaran dari struktural Ummul Qura&#8217; Bandung Wilayah Priangan memimpin jalannya pembentukan kemas&#8217;ulan baru tersebut. Setelah menjalani proses pemilihan seorang Mas&#8217;ul, warga yang ada di Tasikmalaya akhirnya mempercayakan tampuk kepemimpinan seorang Mas&#8217;ul kepada Bapak H. Usep. Dengan berdirinya Kemas&#8217;ulan Tasikmalaya ini mudah-mudahan bisa menggemakan gaung Khilafah di daerah Priangan Timur untuk memperkuat shaf Khilafatul Muslimin ini. <em>Aamin, Insyaallah</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/522/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEBERKAS SINAR HARAPAN DARI PELABUHAN RATU</title>
		<link>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/seberkas-sinar-harapan-dari-pelabuhan-ratu</link>
		<comments>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/seberkas-sinar-harapan-dari-pelabuhan-ratu#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2012 09:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Uj. Suherman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kekhalifahan]]></category>
		<category><![CDATA[HARAPAN]]></category>
		<category><![CDATA[HIDAYAH]]></category>
		<category><![CDATA[HIZBUT TAHRIR]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[PANTAI]]></category>
		<category><![CDATA[PANTAI SELATAN]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan ratu]]></category>
		<category><![CDATA[RORO]]></category>
		<category><![CDATA[RORO KIDUL]]></category>
		<category><![CDATA[SINAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai tindak lanjut dari silaturrahim tanggal 10 Shafar 1433H, pada tanggal 27 Rabiul Awwal 1433H yang bertepatan dengan tanggal 17 Februari 2012M, Kemas’ulan Muqaddas yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad ini resmi menjadi tanggung jawab Struktural Wilayah Priangan. Bertempat di kediaman Ustadz Nurul Falah warga sekaligus sesepuh di Kemas’ulan Muqaddas ini, Amir Wilayah Bogor, Ustadz Ridwan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/PEL.-RATU.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-520" title="PEL. RATU" src="http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/wp-content/uploads/2012/03/PEL.-RATU-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Sebagai tindak lanjut dari silaturrahim tanggal 10 Shafar 1433H, pada tanggal 27 Rabiul Awwal 1433H yang bertepatan dengan tanggal 17 Februari 2012M, Kemas’ulan Muqaddas yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad ini resmi menjadi tanggung jawab Struktural Wilayah Priangan. Bertempat di kediaman Ustadz Nurul Falah warga sekaligus sesepuh di Kemas’ulan Muqaddas ini, Amir Wilayah Bogor, Ustadz Ridwan, menyerahkan Kemas’ulan Muqaddas ini kepada Amir Wilayah Priangan, Ust. Abdul Aziz dan acara ini dipimpin oleh Katib Wilayah Bogor. Dalam sambutannya, Amir Wilayah Bogor menjelaskan bahwa faktor geografis kemas’ulan Muqaddas yang lebih dekat kepada struktural Wilayah Priangan yang dalam hal ini berada di wilayah Kemas’ulan Cikembar Ummul Qura’ Cianjur menjadi alasan penyerahan tanggung jawab pembinaan Kemas’ulan Muqaddas. Tidak kalah sigapnya, Amir Wilayah Priangan langsung menerima penyerahan ini sebagai salah satu amanat demi kelangsungan pembinaan di Muqaddas ini. Amir Wilayah Priangan mengharapkan dengan terbina dan terarahnya Kemas’ulan Muqaddas ini, mudah-mudahan dapat mempersatukan semua potensi Ummat Islam yang ada di Wilayah Pesisir bagian Selatan Jawa Barat ini dalam memperkuat persatuan Islam dalam panji Khilafah Islamiyyah. Semoga Pelabuhan Ratu kedepan semakin terwarnai oleh cahaya Islam dengan hadirnya Kemas’ulan Muqaddas ini menjadi negeri yang penuh berkah, <em>aamiin. Wallaahu a’lam bishawab</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.khilafatulmuslimin.com/blog/seberkas-sinar-harapan-dari-pelabuhan-ratu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

