Published On: Wed, Jan 25th, 2012

Aku Ingin Seperti Bidadari

Oleh : Wa Ode Nurmah

 

Ya Allah. Aku ingin seperti bidadari yang penuh pesona. Elok sempurna laksana telur yang tersimpan (QS. 37/49) juga mutiara yang terpelihara (QS. 56/23). Maka kulabuhkan jilbab ke seluruh tubuh, sebagaimana arahanmu (QS. 33/59). Dua mata yang tersisa sebagai jendela dunia, lebih dari cukup bagiku. Karena ternyata dengan begitu aku merasa amat terpelihara, seolah bidadari yang dipingit dalam kemah (QS. 55/72). Serta menjadi amat berharga laksana batu mulia Yakut dan Marjan (QS. 55/58). Aku tidak khawatir pesona diri ‘kan terbatasi. Ku yakin pakaian taqwa ini adalah pilihan terbaik (QS. 7/26). Ia akan memancarkan aura keanggunan yang diridhai Allah SWT.

Ya Allah. Aku ingin seperti bidadari yang sopan dan baik laku (QS. 55/70). Maka kubedakan tampilanku sejelas-jelasnya dari para perempuan pemamer aurat yang tega menista diri. Sedikitpun aku tak sudi ber“tabarruj”, meniru gaya wanita jahiliyah di era manapun (QS. 33/33). Kubelenggu hasrat menampilkan potensi indah diri, kecuali kepada mereka yang mendapat izin dari-Mu (QS. 24/31). Agar tertutup rapat celah bagi setan untuk menggodaku agar “tebar pesona”, sehingga tentramlah imanku dan sejuklah diri dalam pandangan hamba-Mu. Aku ingin membentang jarak sejauh-jauhnya dengan gerbang angkara perzinahan (QS. 17/32), dengan menutup semaksimal mungkin potensi biologis yang berpeluang memantik hasrat lelaki, agar terpelihara nilai diri dan terjagalah harkat keluarga serta kemaslahatan ummat.

Meski ada yang mengatakan, aku tak mesti “setertutup” ini. Karena terkesan berlebihan bahkan terasa menyulitkan. Alhamdulillah, tak terbetik rasa itu pada lubuk imanku. Hamba yakin, tak mungkin syariat-Mu akan menyusahkan hamba-Mu (QS. 20/2). Dan tidak sedikitpun hamba ragu Engkau Maha Mensyukuri (QS. 4/147). Ada pula yang mengungkapkan, wajahku boleh terlihat sebagaimana hujjah-hujjah Syaikh Nashiruddin Al Albani, bahwa Rosululloh SAW pernah bertemu dengan para wanita tanpa penutup muka. Misalnya perempuan dari Suku Khats’am yang para wanita yang nyaris melenakan Al Fadhal bin Abbas, atau sosok wanita jelita yang ikut sholat bersama Nabi SAW dalam hadits Ibnu Abbas RA., juga dalam kisah wanita berpipi kehitaman di sholat Ied yang yang dihadiri Jabir bin Abdulloh bersama Rosululloh SAW. Tetapi… Aku tidak mengenal mereka, aku tidak tahu kedudukan mereka disisi Rosululloh SAW dan apa perannya dalam penegakan Din yang mulia ini.

Ya Allah. Hamba berharap bisa menapak jejak teladan mereka yang yang Engkau jamin terbaik. Sang “Uswah Hasanah” beserta keluarga beliau SAW yang mulia (QS. 33/21). Sebagaimana Bunda Aisyah RA. dan para istri Nabi SAW lainnya, Asma’ binti Abu Bakar, istri-istri para sahabat, hingga sosok mujahidah setelahnya seperti Hafshah binti Sirin atau bahkan istri dan putri Shaikh Nashiruddin Al Albani sendiri !. Ah, andai Ku bisa meniru anggunnya balutan Niqab (cadar) mereka.

Ya Robb. Bimbinglah hamba untuk meniti jalan para Assaabiqunal Awwalun, Muhajirin dan Anshor serta mereka yang mengikutinya dengan cara terbaik. Mereka yang ridho dengan syariatMu dan Engkau berkenan meridhoi mereka serta menjanjikan surga sebagai balasan terindah (QS. 9/100).

Ya Adzhiim. Anugerahilah kemenangan agung yang akan mengantar hamba berjumpa bidadari surga.. !

Dapus :

  1. Al Qur’anul Karim
  2. M Nashiruddin Al Albani “Jilbab Wanita Muslimah Menurut Qur’an dan Sunnah
  3. DR. Ahmad Ath thahhan Wala Muhammad “Sempurnakan Jilbabmu”

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>